Jumat, 23 Desember 2011

Resume Buku Agama karya PROF. Dr. H.M. RASJIDI


                                TUGAS RESUME BUKU
“ EMPAT KULIAH AGAMA ISLAM “
KARYA : PROF. Dr. H.M. RASJIDI

                                TUGAS

MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DOSEN PENGAMPU : Dr. DARYONO,M.S.I
DISUSUN OLEH :
NAMA              :     MOH ROZIKIN
NIM                   :     B.131.08.0280
FAK.                  :     S1 - MANAJEMEN
UNIVERSITAS SEMARANG
2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas meresume buku yang berjudul “ Empat Kuliah Agama Islam” Karya PROF. Dr. H.M. RASJIDI ini dengan baik dan lancar.
Dalam kesempatan ini tak lupa penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, baik dalam bantuan pembuatan tugas maupun bimbingan yang diberikan, khususnya kepada :
1.            Bapak Dr. DARYONO,M.S.I, selaku dosen yang telah memberikan tugas kepada kami
2.            Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberikan bantuan secara material dan spiritual
3.            Teman-teman dan seluruh pihak yang selalu memberikan semangat dan dukungan.
Penyusun menyadari bahwa tugas meresume ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu  penyusun mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca, sehingga pada akhirnya tugas meresume ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dalam membuka pikiran logic kita akan arti agama sesungguhnya.


Semarang, 1 Agustus 2009


Penyusun




DAFTAR ISI


Kata Pengantar.........................................................................................          i
Daftar Isi....................................................................................................          ii
Isi        A.  Samakah semua agama itu?......................................................          1
1.      Persamaannya.....................................................................          1
2.      Perbedaannya......................................................................          1
            B.  Bagaimana sejarah agama Hindu, Budha, Kristen& Nasrani?.          2
1.      Sejarah agama Hindu..........................................................          2
2.      Sejarah agama Hindu sesudah Budha................................          4
3.      Sejarah agama Budha.........................................................          7
4.      Sejarah agama Kristen........................................................          8
5.      Sejarah agama Nasrani........................................................          9
            C.  Bagaimanakah konsep KeTuhanan dalam agama
                  Hindu, Budha, & Kristen?........................................................          10
1.      Konsep keTuhanan agama Hindu.......................................          10
2.      Konsep keTuhanan agama Budha......................................          11
3.      Konsep keTuhanan agama Kristen.....................................          11
            D.  Sumber – sumber kitab injil Perjanjian lama dan perjanjian
                  baru...........................................................................................          11
1.      Sumber – sumber kitab injil perjanjian lama.......................          11
2.      Sumber – sumber kitab injil perjanjian baru........................          12
            E.   Sejarah timbulnya Trinitas & apa Trinitas itu?..........................          12
1.      Sejarah Trinitas...................................................................          12
2.      Apa Trinitas itu?.................................................................          13
Penutup    Pendapat saya tentang Trinitas.................................................          14

A. Samakah  semua  agama  itu?

1.                 Persamaannya
Pada dasarnya semua agama itu sama, dan semua agama mengajarkan kebaikan serta menuntun manusia untuk dapat hidup bahagia. Didalam memeluk suatu agama, maka kita akan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Apabila kita mempunyai suatu keyakinan bahwa hanya Tuhan yang patut kita sembah, niscaya Tuhan akan membalas setimpal sesuai dengan amal ibadah kita. Pada hakekatnya semua agama mempunyai suatu sesembahan yang diagung – agungkan dan semua agama itu relatif yaitu sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik.
Semua agama juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu mendorong kita untuk melakukan yang baik dan menghindari sutatu kejahatan,serta berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hanya caranya yang berbeda, orang islam pada hari jum’at pergi ke masjid, orang Kristen pada hari Ahad ke Gereja, sedangkan orang Hindu memuja di suatu candi / di tempat yang sunyi jauh dari tempat – tempat yang ramai, melakukan untuk melalukan meditasi [ pendekatan diri kepada Tuhannya ].

2.                 Perbedaannya
  Setiap agama mempunyai sesembahan yang berbeda, tergantung pada seseorang yang memeluk agama tersebut. Agama yang paling mutlak dan hakiki adalah agama islam, karena merupakan agama wahyu yang murni dari Allah dan mempunyai kitab yang ajarannya benar. Kemudian cara pemeluk untuk menyembah Tuhan mereka yaitu mereka mempunyai cara khusus untuk melakukan penyembahan tersebut. Ajaran yang dibawa oleh setiap agama pun juga berbeda – beda, yaitu dalam mengajarkan cara berkehidupan sebagai seorang hamba yang taat. Agama islam merupakan agama yang paling benar dari semua agama yang ada di dunia ini.
Maka dapat disimpulkan bahwa semua agama itu tidak sama, dan agama itu berbeda – beda antara satu dengan yang lainnya, malah perbedaan – perbedaan itu kadang sedemikian prinsipilnya sehingga dapat membawa umat suatu agama memusuhi bahkan memerangi umat agama yang lain. Disamping itu, tujuan sejarah tersebut meyakinkan kita bahwa perbedaan – perbedaan dalam agama itu tidak dapat kita elakkan. Ini adalah suatu realitas dunia yang kita lihat di masa lampau dan saat ini.

B. Bagaimana sejarah agama Hindu, Budha, Kristen, & Nasrani?

1.           Sejarah Agama Hindu
Sebenarnya agama hindu bukanlah agama dalam arti biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah suatu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi sejak zaman kira – kira 1500 S.M. Hingga zaman sekarang. Dalam perjalannannya sepanjang abad – abad itu, agama Hindu berkembang sambil berubah dan terbagi – bagi, sehingga agama ini memiliki ciri – ciri yang bermacam – macam dan oleh penganutnya kadang – kadang diutamakan, tetapi kadang – kadang tidak diindahkan sama sekali. Karena pentingnya agama Hindu di Indonesia, yaitu dari segi pengaruhnya dalam kebudayaan jawa, maka agama ini akan kita bicarakan secara terperinci.
Menurut para sarjana yang mempelajari agama Hindu, sejarah tersebut akan dibagi sebagai berikut :
1)                  Zaman Weda ( ajaran Kitab Weda )
Periode ini dimulai sejak masuknya agama Aria di Punjab sampai masuknya agama Budha pada kira – kira tahun 500 S.M. Zaman Weda dibagi menjadi 3 ( tiga ) periode :
§    Zaman Weda purba dari 1000 S.M sampai 1500 S.M. Pada waktu itu bangsa Aria yang datang dari utara masih berada di Punjab di daerah sungai Indus ( Sindu ) dan belum bertemu dengan peradapan India.
§    Zaman Brahman, mulai tahun 1000 S.M. sampai 750 S.M. Pada zaman tersebut para kepala agama atau Brahman sangat berkuasa. Timbullah kitab – kitab baru dan pertemuan dengan peradapan India asli.
§    Zaman Upanishad dari 750 S.M sampai 500 S.M. pada zaman ini falsafat Hindu mulai berkembang dan pusat peradapan berpindah dari lembah sungai Indus ke lembah sungai gangga.
2)                  Zaman agama Budha
yakni mulai 300 S.M. sampai 500 S.M. pada zaman ini muncul agama Budha dan akhirnya agama Hindu mengalami perubahan.
3)                  Zaman agama Hindu
seperti yang dikenal sampai sekarang, dimulai pada 300 S.M. sampai sekarang.

Pada zaman Weda Purba, manusia percaya akan adanya alam lain disamping dunia ini, dimana “Para Dewa ( yang baik ) berada disamping para Roh jahat”. Kitab Rig Weda ( Weda puji – pujian ) menyebutkan adanya 3 dewa yaitu : Dewa Langit, Dewa Bumi, dan Dewa Angkasa. Diantara Dewa Langit kita dapatkan Dewa Waruna, Surya, Wisnu, dan diantara Dewa Angkasa kita dapatkan Indra atau Dewa Perang, Maruta ( Dewa Taufan ) dan Wayu ( Dewa Angin ).

Sesungguhnya dewa – dewa agama Hindu pada zaman Weda Purba itu tidak lain hanya personifikasi kekuatan – kekuatan alam. Dewa Surya menjadi Matahari, Indra menjadi hujan. Selain sajian – sajian kepada kekuatan alam tersebut diatas, agama Hindu cenderung kepada magi atau sihir yakni menimbulkan kekuatan – kekuatan dengan adanya mantra.
Pada zaman Brahmana timbul system kasta : Brahmana ahli agama, Ksatria ahli perang, Waisya pekerja, Sudra rakyat rendah dan hamba yang masing – masing tetap ada sampai sekarang. Pada zaman Weda periode terakhir, yakni Upanishad ( 750 – 500 S.M. ). Upanishad berarti duduk dibawah kaki guru untuk mendengarkan ajarannya.
Pada zaman Upanishad ini, muncul konsep – konsep brahmana, Atman, Karma, Samsara, dan Moksa.
Dari apa yang tersebut diatas, kita dapat mengikuti bahwa dalam agama Hindu periode Upanishad yaitu manusia percaya kepada Pantheisme. Tuhan adalah kehidupan dari pada segala yang hidup.
Selain dari pada itu, agama Hindu Upanishad menjadikan hidup ini tak berarti. Kita harus melepaskan diri dari segala perbuatan, supaya kita mencapai tingkat Moksa atau pelepasan.

2.           Sejarah Agama Hindu  Sesudah Budha

Pada zaman timbulnya agama Buddha ( 500 – 300 S.M ) ini, timbullah apa yang dinamakan YOGA. YOGA adalah suatu cara untuk sampai kepada pengalaman mistik. Buku pegangan Yoga adalah Yoga Sutra yang dikarang oleh Patanjali pada abad 5.
Karena keinginan – keinginanya, manusia tidak mengerti hakekat yang sebenarnya. Keadaan semacem itu, yaitu tidak tahu hakekat, disebut “awidya”. Orang dapat mencapai kelepasan jika ia mengganti awidya dengan widya ( Pengetahuan ), yakni ia harus menang atas keinginannya. Siapa yang dapat melepaskan diri dari kehausan kepada benda – benda, ia menjadi tak bernafas ( Wairagya ) dan tak akan memperdulikan kesenangan.

Adapun agama Hindu setelah agama Buddha, yakni semenjak abad 3 SM. Sampai sekarang, dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut :
1.            Dalam periode ini terbentuklah Trimurti ( Tiga Serangkai ), yakni Tiga Dewa : Brahma, Wisnu dan Siwa. Brahma sebagai dewa yang menciptakan ala mini, Wisnu sebagai sebagai dewa yang memelihara dan Siwa yang merusak. Dewa Brahma digambarkan sebagai patung yang memiliki empat kepala. Wisnu di gambarkan seperti memelihara empat tangan . sedangkan Dewa Siwa perusak itu, juga disembah sebagai Batara Guru dan juga disembah sebagai Lingga ( Simbol Kelamin Lelaki ).
2.            Dalam masa setelah agama Buddha ini, timbullah dua epik ( syair kepahlawanan ) Ramayana dan Mahabaratayang sampai sekarang disajikan kepada orang ramai dalam cerita wayang. Epik Ramayana ditulis oleh Walmiki, sedang Mahabarata ditulis oleh Wyasa.
Untuk mengetahui isi cerita Ramayana dan Mahabarata, dibawah ini saya kutipkan dari karangan Dr. Harun Hadiwiyono sebagai berikut :

a.   Ramayana
            kitab ini ditulis oleh Walmiki. Agaknya kitab ini sudah mengalami sejarah yang berabad – abad sebelum mendapatkan bentuknya yang terakhir.
            Kitab ini menceritakan tentang Rama. Bagian yang pokok dari kitab ini di pandang sebagai adi-kawya, artinya : Syair kepahlawanan yang pertama.
b.   Mahabarata
            Bagian tertua dari kitab Mahabarata ini di susun oleh Wyasa. Bilamana hal itu terjadi, tak seorangpun yang mengetahuinya . yang terang ialah bahwa kitab ini sudah pada waktu agama Buddha timbul. Bentuk yang sekarang mungkin terjadi diantara abad kedua SM dan abad Kedua M.

c.   Bhagawadgita
            Kitab ini berarti Nyanyian Tuhan. Agaknya kitab ini semula menjadi suatu kitab – pegangan bagi para Bhagawata, yaitu menyembah Bhagawat. Bentuk yang sekarang ini sudah mengalami perubahan – perubah.
Dari uraian mengenai agama Hindu sebagai tersebut diatas, kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1.   Mengenai Ketuhanan
            Agama Hindu mula – mula mengajarkan tentang adanya dewa yang banyak, dewa langit, dewa angkasa, dewa bumi dan lain – lain. Dan ini berarti politheisme. Tetapi dalam pada itu agama Hindu memberi ajaran akan adanya dewa tertinggi yaitu Brahman ( Henotheisme ) karena agama Hindu itu, sebagai yang dikatakan oleh Gorinda Das, adalah suatu proses, maka dewa tertinggi tersebut kemudian digambarkan sebagai asal segala kejadian, dan berada dalam semua yang ada. Dengan begitu agama Hindu menjadi Pantheisme. Trimurti / tiga serangkai : Brahman, Wisnu dan Siwa digambarkan sebagai aspek dari Brahman atau Wisnu dan Siwa menjadi identik dengan Brahman.
2.   Mengenai Terjadinya Alam
            Pada zaman Upanishad ( 750 – 500 SM ) timbullah anggapan bahwa dunia ini terjadi karena emanasi atau faidh dari Brahman.
3.   Mengenai Manusia
            Sebagai salah satu dari yang ada, manusia juga berasal dari emanasi Tuhan. Bahwa dalam manusia itu terdapat Tuhan, hidupnya, nafasnya, segala anggota badannya merupakan tempat kekuatan ilahi. Manusia dan Tuhan adalah sama.
4. Mengenai Sikap Manusia Terhadap Tuhan
            Dewa – dewa dapat dikerahkan untuk keperluan manusia dengan jalan sajian – sajian dan mantra – mantra. Pada zaman Brahman ( 1000 – 750 SM ) KASTA Brahmalah yang melakukan tekhnik mempengaruhi Dewa – dewa tersebut dengan sajian – sajian dan Mantra – mantra mereka.      

3.        Sejarah Agama Budha

Agama Budha dinisbahkan kepada Budha, yaitu julukan dari Pangeran Sidarta atau pendiri agama tersebut. Sidarta dilahirkan pada pertengahan abad 6 S.M. dari kalangan ningrat Gautama, dari kasta Ksatria. Bapaknya adalah seorang raja, kepala suku Rakyat di India Utara, 100 mil dari benares, di kaki gunung himalaya. Sidarta kawin sebelum umur 20 tahun dengan putri seorang raja. Kemudian mempunyai anak seorang putra, tetapi Sidarta meninggalkan istana untuk mencari jalan untuk mengatasi penderitaan dan kejahatan yang ia lihat. Ia memakai jubah kuning yang dipakai para biksu dan menuju ke pegunungan Rajagaha, dimana ia menemui dua orang Brahman yang hidup dalam gua. Selama enam tahun ia mempraktekkan hidup yang sederhana sekali, Sehingga ia bersama lima orang pengikutnya sudah menjadi tulang dan kulit semata – mata.
Sidarta mendapat keyakinan bahwa segala penderitaan adalah keinginan dan keyakinan itu timbul karena kehendak untuk hidup dan untuk memiliki. Seorang tidak akan mencapai ketentraman nirvana sebelum ia insyaf. Untuk mencapai nirvana seseorang harus menempuh delapan jalan, yaitu : sikap mental yang benar, mamahami secara benar, aspirasi yang benar, cara bicara yang benar, cara hidup yang benar, etika yang benar, usaha yang benar dan berpikiran yang benar. Setelah Budha mendapat ilham tersebut, ia tidak memasuki nirvana karena selalu ingat pada penderitaan manusia.
Ia hidup di dunia ini untuk mengajarkan “Jalan Tengah”. Jalan tengah yang berlandaskan “Empat Kebenaran” yang mulai dengan “Delapan Jalur” yang murni merupakan jalan tengah antara di satu pihak agama Hindu ia mencari kelepasan (Emansipasi) dengan jalan pengetahuan dan pekerjaan dan dilain pihak, Jainism yang ingin mencapai emansipasi dengan jalan “Escetism” ( hidup zuhud atau sederhana ) yang amat berat.
Dalam agama Budha system kasta, cara – cara ibadat yang ditetapkan oleh golongan Brahman, kesatuan alam dan manusia seperti diajarkan oleh Upanishad, konsep Ketuhanan dan konsep Atman sebagai jiwa perorangan, semua itu ditiadakan sebaliknya, ajaran tentang karma, renkarnasi dan transmigrasi nyawa seperti yang diajarkan agama Hindu tetap dianut.

4.            Sejarah Agama Kristen
Setelah Nabi Isa wafat ( menurut injil matinya disalib dan hidup dilangit, menurut islam tidak disalib dan telah wafat ) para pengikutnya dan dipimpin oleh dua belas sahabat Nabi Isa, yang dalam Al Qur’an dinamakan Hawari. Sahabat – sahabat Nabi Isa mempropagandakan agama Kristen keseluruh Kerajaan Romawi, khususnya ibukotanya yaitu Roma. Petrus menemui ajalnya di Roma akibat pembunuhan. Kuburan Petrus sekarang menjadi Katedral St. Peter, yang merupakan pusat vatikan.

Orang yang besar jasanya dalam agama Kristen adalah Paulus. Ia seorang Yahudi dari Tarsus dan sebelumnya bernama Saul. Ia aktif dalam menganiaya umat Kristen, tetapi dalam perjalanannya antara Damaskus dan Jarusalem ia merasa melihat Nabi Isa yang memarahinya, mulai saat itu ia menjadi pemimpin Kristen yang sangat besar, mempropagandakan agama Kristen kepada orang – orang Yahudi di perantauan, dan suratnya kepada mereka itu merupakan bagian terpentingdalam Injil ( Perjanjian Baru ).

Disamping jasanya menyiarkan agama Kristen kepada umat Yahudi perantauan, ia menarik oranh – orang yang bukan yahudi, karena mereka itu banyak dan diharapkan. Selama 3 (tiga) abad setelah Nabi Isa wafat, umat Kristen sangat berpegangan pada kenagangan – kenangan tentang Nabi Isa dan oleh karena itu dalam sejarah mereka dinamakan masehi, artinya penganut setia kepada Al Masih ( Kristus ), yang diusap dengan minyak kasturi, mereka itu dianggap sebagai orang yang tidak setia kepada Kerajaan Romawi, dicari – cari dan jika menemukan maka akan disiksa dan dibunuh.

Dalam masa toleransi orang – orang masehi mengatur diri mereka dalam kelompok – kelompok yang disebut Gereja. Mereka itu dipimpin oleh seorang ketua ( Presbyter ) dan pemilik ( Episcopal ). Para pemilik dibawah para pembesar ( Patriach ) yang berkedudukan di Konstantinopel. Kaisar Constantin sendiri memeluk agama Masehi pada tahun 323 dan menjadikan agama masehi menjadi agama resmi Kerajaan Romawi. Kemudian agama Masehi tersiar diantara suku – suku Jerman. Clovis, Raja Perancis memeluk agama Masehi pada tahun 496. Kemudian tersebar hingga seluruh Eropa.

5.        Sejarah Agama Nasrani
Sejarah agama Kristen bermula saat lahirnya Isa as. Yang merupakan anak dari Siti Maryam. Ia adalah seorang Yahudi dari Nasareth. Oleh karena itu agama yang dibawa oleh Nabi Isa as adalah agama Nasrani. Kelahiran Nabi Isa merupakan kehendak Allah, Isa lahir dari rahim Siti Maryam yang pada waktu itu masih perawan. Atas izin Allah lahirlah Isa dan Malaikat JIbril sebagai perantaranya.Kemudian Isa diberi mukjizat oleh Allah untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa “aku lahir atas izin Allah”, dan ibuku adalah wanita suci.

Ketika Nabi Isa sudah berumur 30 tahun, ia berjumpa dengan Yahya, yang kemudian membaptiskannya secara kaum Essenes. Ia mengatakan bahwa Isa jauh lebih utama dari padanya. Yahya merasa dirinya tidak senilai dengan sepatu Nabi Isa.

Kehidupan Nabi Isa dari lahirnya sampai berumur 30 tahun tidak banyak diketahui orang, sebab ke-empat injil hanya memberikan kejadian – kejadian selama kira – kira tiga tahun, yakni ketika Nabi Isa melakukan tugasnya sebagai Nabi sampai peristiwa penyalipan. Tetapi ada dugaan keras, bahwa Nabi Isa mengukuti perjalanan suami ibunya, Yusuf yang disebut sebagai tukang kayu atau tukang batu.

Nabi Isa melakukan tugasnya sebagai Nabi  disekitar Danau Tobaria dan di desa – desa sekeliling, khususnya diantara rakyat jelata dan kaum nelayan. Beliau sangat suka bergaul dengan fakir miskin, sehingga didalam injil ia telah disebutkan berkata : “Cilaka bagi orang – orang yang kaya dan orang – orang yang tertawa” (Lukas 6.24).

Satu sifat istimewa agama Nasrani adalah perasaan damai dan belas kasihan, serta rasa cinta kasih terhadap sesama orang yang dekat ( tetangga ), selalu disusul dengan sifat fanatik dan agesif terhadap orang yang beragama lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agama Nasrani merupakan agama yang bersumber dari kehidupan yang nyata dari Nabi Isa as.

C. Bagaimana konsep Ketuhanan dalam agama Hindu,   Budha, Kristen ?

1.            Konsep ke Tuhanan agama Hindu
Agama Hindu mula – mula mengajarkan tentang adanya dewa yang banyak, Dewa Langit, Dewa Angkasa, Dewa Bumi dan lain – lain dan ini berarti politheisme. Tetapi agama Hindu memberi ajaran akan adanya Dewa tertinggi, yaitu Brahman ( henotheisme ). Karena agama Hindu itu merupakan suatu proses, maka dewa tertinggi itu digambarkan sebagai asal segala kejadian, dan berada dalam semua yang ada. Dengan begitu agama Hindu menjadi Pantheisme Trimurti atau tiga serangkai yaitu : Brahman, Wisnu, dan Siwa di gambarkan sebagai aspek dari Brahmana atau Wisnu dan Siwa menjadi identik dengan Brahmana.


2.            Konsep keTuhanan agama Budha :
   Bahwa dalam ajaran Budha, umat Budha menganggap yang patut mereka sembah adalah Budha atau Bodhisatwa jelmaan dari Pangeran Sidarta yang telah lama bertapa untuk mendapatkan ilham. Kemudian sang Budha terpanggil untuk meringankan penderitaan umat manusia di dunia. Ia tetap menyebarkan ajarannya hingga akhir hayatnya. Ajaran – ajaran yang Budha adalah tentang Dharma, Dharma yang Budha ajarkan berlandaskan 4 kebenaran yang mulia, yakni yang berpedoman pada akal dan perasaan manusia. Umatnya juga percaya bahwa ada kehidupan setelah mati. Jadi dalam agama Budha, umat Budha menyembah jelmaan Pangeran Sidarta yang kini menjadi Budha Gautama.

3.            Konsep ke Tuhanan agama Kristen :
   Dalam ajaran Kristen mereka menyembah Trinitas yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Ruhul Kudus. Walaupun umat Kristiani menganggap mereka golongan monotheisme ( agama Tauhid yang hanya menyembah satu Tuhan ). Mereka juga percaya Yesus Kristus merupakan anak Allah. Selain itu juga terdapat salib yang berarti lambang pembersihan dosa warisan leluhur  Adam dan Hawa. Konsep tersebut mereka yakini karena berdasarkan kejadian nyata pada waktu itu yang tertuang dalam Kitab Injil Perjanjian Baru, menyatakan tiga unsur itu adalah satu dan semua berasal dari satu Tuhan yakni Allah. Yesus merupakan anak Allah dan juga Bunda Maria sebagai ibu Yesus.


D. Sumber – sumber kitab Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

1.                  Sumber – sumber kitab Injil Perjanjian Lama :
a)Sumber – sumber yang disebutkan ( specified ).
Sebagai contoh : Dalam kitab keluaran XXIV : 4,7 disebutkan : Kitab Perjanjian ( Book of the Convenant ) yang diterima oleh Nabi Musa dari Tuhan di gunung Sinai. Buku itu merupakan sepotong batu yang ditulis pada dua wajahnya, kemudian diletakkan dalam  suatu tempat yang khusus.
b)      Sumber – sumber yang ditemukan jejaknya sampai asalnya ( teaced ), yakni dengan dibandingkan dengan tulisan – tulisan kuno dari Babylon, Mesir, Assyria dan lain – lain.
c)Sumber sumber yang didapatkan lewat penyimpulan ( inferred ), inference dilakukan berhubungan dengan adanya bermacam – macam anakronisme ( kesalahan – kesalahan dalam menghitung dan menetapkan tanggal ), kejadian yang disebut berulang – ulang dalam bentuk berlainan, atau kontradiksi, perbedaan dalam satu fasal, mengenai susunan kata ( style ), atau sifat ( quality ) atau tabiat dan bukti bahwa ada suatu pengarahan untuk memilih bahan baku tersebut.

2.                  Sumber – sumber kitab Injil Perjanjian Baru
Sejarah menunjukkan bahwa  mula – mula yang ada hanyalah bahan – bahan karya perorangan, seperti Injil Mateus, Markus dan lain –lain. Periode kedua merupakan periode dalam empat Injil dan surat – surat Paulus dikumpulkan menjadi satu. Periode ketiga adalah periode dimana lain – lain isi Perjanjian Baru dimasukkan periode ini diperkirakan pada abad IV atau V.

E. Sejarah timbulnya Trinitas dan apa Trinitas itu ?


1.                  Sejarah Trinitas :
Berawal dari pertentangan antara aliran Arius, Uskup Alexandria, yang mengatakan bahwa Tuhan Anak itu diciptakan oleh Tuhan Bapa, sedangkan aliran Athanasius ( Patriark Alexandria ) mengatakan bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak itu sama, dari zat yang sama. Kemudian diadakan konggres Nicea untuk membahas pertentangan tersebut. Perselisihan itu diselesaikan di Nicea tahun 325 dengan keputusan yang lebih memihak pada Athanasius.

   Setelah perselisihan antara Arius dan Athanasius selesai, muncul perselisihan antara Cyril dan Nestorius. Cyril berpendapat Yesus hanya ada satu pribadi yakni pribadi Tuhan, sedangkan Nestorius bahwa Isa berkepribadian ganda yakni berkepribadian Tuhan dan berkepribadian manusia. Dalam perselisihan tersebut orang mesir mengikuti Cyrilyang memilih aliran monophysite. Terjadi perkembangan mengenai doktrin – doktrin yang mengarah pada Trinitas tersebut dengan berbagai permasalahan yang terjadi.

   Permasalahan yang sangat krusial terjadi saat gereja Masehi terpecah menjadi dua : uskup – uskup disebelah Timur Suez berpihak pada Nestorius dan uskup – uskup disebelah Barat Suez berpihak kepada Cyril. Untuk memecahkan masalah tersebut diadakan suatu konggres di Ephesus pada tahun 431. Dalam konggres terjadi masalah yang mengakibatkan keputusan berpihak kepada Cyril, yaitu dalam Yesus ( Isa ) hanya ada satu kepribadian, kepribadian Tuhan.

   Pada tahun 444 Cyril meninggal, dan diadakan sinode di Ephesus tahun 449. dari sinode itu terbentuk suatu keputusan yang dinamakan “monophysite heresy” ( kemurtadan yang didasarkan atas kepercayaan bahwa Isa adalah Tuhan karena hanya mempunyai pribadi Tuhan.

2.                  Apa Trinitas itu?
Trinitas berasal dari kata Tri dan Nitas, yang berarti tiga sesambahan antara lain Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus. Kaum Nasrani menganggap ketiga sesembahan itu berasal dari satu zat yang sama. Tuhan Anak diciptakan oleh Tuhan Bapa. Tetapi dalam islam pernyataan tersebut sangat ditentang, karena dalam Al Qur’an mengatakan bahwa Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan. Isa lahir murni karena kehendak Tuhan, bukan berarti Isa anak Tuhan. Kemudian kepercayaan mereka semakin kuat karena mereka melihat saat Isa masih bayi, Isa bisa berbicara dan Isa juga bisa menghidupkan manusia yang telah lama mati. Keanehan itu dianggap bahwa Isa benar – benar anak Tuhan, karena memiliki kekuatan yang melebihi manusia biasa. Itulah sebabnya mengapa Isa dianggap sebagai anak Tuhan.

PENUTUP
Pendapat  Saya Tentang TRINITAS

                        Pendapat saya mengenai Trinitas yaitu tidak benar, bukan karena saya seorang muslim. Namun penjelasan saya lebih kepada logika. Jika seseorang mempunyai 3 Tuhan maka akan timbul kebingungan akan arti Tuhan sebenarnya. Bukankan yang menciptakan dunia dan seisinya adalah Tuhan? Pertanyaanya, jika TRINITAS dipercaya, maka berarti dunia beserta isinya diciptakan oleh 3 Tuhan?? Jadi menurut hemat saya, TRINITAS  itu tidak ada dasarnya, karena sudah jelas diterangkan bahwa Tuhan itu Esa, dan arti kata dari Esa itu sendiri adalah Satu.
            Di dalam agama Islam juga sudah dijelaskan dalam Al Qur’an secara jelas bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Trinitas merupakan kepercayaan yang berasal dari fakta zaman dahulu, mereka percaya atas apa yang mereka lihat pada saat itu. Pada kenyataannya Isa bukan anak Tuhan, malainkan Isa lahir dari seorang wanita yang masih perawan yaitu Siti Maryam karena kehendak/kuasa Allah SWT dan lebih ditegaskan bahwa Isa adalah bukan anak Tuhan, karena Tuhan tidak beranak dan beristri. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar